A Century of Innovation and Artistry

Scroll to explore ↓

Di Kawai, kami memegang teguh komitmen ganda: mewariskan semangat pantang menyerah dalam pembuatan piano yang telah mengalir dalam nadi kami sejak awal pendirian, serta berinovasi dengan berani melalui penelitian mutakhir guna mengembangkan material dan desain bagi generasi mendatang. Selama satu abad, merek "KAWAI" telah dipilih dan dicintai di seluruh dunia—dan tantangan kami terus berlanjut.

1927 –
1927 –

The Birth of a Dream

Koichi Kawai dan Laboratorium Riset

Pada tahun 1927, Koichi Kawai—seorang putra pembuat gerobak dan teknisi jenius—mendirikan Laboratorium Riset Instrumen Musik Kawai di Hamamatsu. Bersama tujuh rekan yang memiliki visi serupa, ia memulai di sebuah bengkel kecil, didorong oleh "kebanggaan teknis" untuk membangun piano berkualitas tinggi yang dapat dijangkau oleh semua orang. Meskipun terjadi kelangkaan bahan, bakat Koichi berkembang pesat, menghasilkan berbagai penemuan seperti "Free Action" dan desain papan suara (soundboard) baru. Pada tahun 1928, ia meluncurkan Grand Piano Kawai pertama, "Hiradai No. 1," yang kemudian diikuti oleh tipe upright "tipe Showa," yang dengan cepat meraih reputasi atas keunggulannya.

Kemajuan perusahaan yang masih muda ini terhenti secara tragis akibat Perang Dunia II. Para teknisi dikerahkan untuk wajib militer, dan pabrik piano dialihfungsikan untuk keperluan produksi militer. Pasca-perang, perusahaan menghadapi krisis mendalam yang diperparah oleh kebakaran hebat di pabrik pusat. Namun, semangat Koichi tidak pernah padam. Ia melontarkan pernyataan terkenalnya, "Kita akan membangun kembali perusahaan ini dengan tangan kita sendiri." Berpandukan pada rancangan mendetail yang hanya tersimpan dalam ingatannya, ia memimpin tim untuk memulai kembali produksi pada tahun 1948.

1950 – 1955
1950 – 1955

Bangkit dari Abu: Warisan yang Diakui

Pada tahun 1950, Kawai menyelesaikan "No. 500", grand piano pertama pasca-perang, berdasarkan rancangan mental Koichi yang presisi. Koichi secara pribadi melakukan pemeriksaan akhir pada setiap instrumen, menanamkan filosofi intinya: "Juallah teknologi sebelum Anda menjual instrumen." Pada tahun 1953, ia menjadi orang pertama di industri instrumen musik yang menerima medali bergengsi "Blue Ribbon Medal" dari Kaisar Jepang. Menyusul kepergiannya yang mendadak pada tahun 1955, impiannya untuk membangun piano terbaik di dunia diwariskan kepada penerusnya, Shigeru Kawai.

1955 –
1955 –

Era Modernisasi: Visi Shigeru Kawai

Pada usia 33 tahun, Shigeru Kawai mengambil alih kepemimpinan dan membawa perusahaan ke dunia manufaktur modern. Ia meyakini bahwa masa depan membutuhkan keharmonisan antara keterampilan tangan tradisional dan teknologi mutakhir. Untuk memenuhi permintaan yang kian meningkat, ia membangun pabrik pengolahan kayu di Arai (1957) dan pabrik perakitan Maisaka (1961), yang menghadirkan lini produksi modern pertama milik perusahaan. Shigeru juga memelopori "Sekolah Musik Kawai" pada tahun 1956 dan beralih ke sistem penjualan langsung pada tahun 1959, dengan keyakinan teguh bahwa "Musik adalah untuk semua orang."

1963 –
1963 –

Suara yang Menggema di Seluruh Dunia

Dengan bisnis domestik yang telah mapan, Shigeru menjadikan Kawai sebagai merek global. Ia meluncurkan Kawai America pada tahun 1963, diikuti oleh Kawai Europe, Canada, Australia, dan Asia. Untuk memastikan instrumen-instrumen tersebut dirawat dengan standar tertinggi, ia mendirikan Kawai Academy of Music dan Piano Technical Center guna melatih guru dan teknisi yang berkualifikasi di seluruh dunia. Selama tahun 1960-an, program penjualan pintu ke pintu (door-to-door) Kawai yang unik berkembang pesat, dengan lebih dari 300.000 siswa berpartisipasi dalam sekolah musik Kawai di seluruh Jepang.

1980
1980

Pabrik Ryuyo: Sebuah Pusat bagi "Yang Terbaik di Dunia"

Pada tahun 1980, visi Shigeru membuahkan hasil dengan dibukanya Pabrik Grand Piano Ryuyo. Sebagai fasilitas terbesar di jenisnya pada saat itu, pabrik ini menggabungkan teknologi mutakhir dengan "Proses Genki"—sebuah area khusus di mana para pengrajin ahli melanjutkan teknik pembuatan tangan tradisional. Fasilitas ini juga menaungi Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Piano Shigeru Kawai, sebuah bukti dari upaya tanpa henti perusahaan dalam mengejar kesempurnaan piano.

Saat mengunjungi Kompetisi Piano Internasional Chopin pada tahun 1985, Shigeru diliputi keinginan yang kuat untuk melihat piano Kawai berada di atas panggung bergengsi tersebut. Ia mendorong timnya untuk mencapai tingkatan baru, dan hanya lima tahun kemudian, kerja keras mereka membuahkan hasil. "EX Full Concert Grand Piano" terpilih sebagai piano resmi untuk kompetisi di Warsawa tersebut. Inilah momen ketika Kawai diakui sebagai merek global kelas atas, yang berdiri di puncak dunia piano.

1989 –
1989 –

Melanjutkan Warisan: Hirotaka Kawai dan Inovasi

Pada tahun 1989, kepemimpinan beralih kepada Hirotaka Kawai. Dengan menjunjung semangat Onko Chishin (belajar dari masa lalu untuk berinovasi bagi masa depan), ia berjanji untuk melanjutkan "komitmen terhadap keunggulan". Hirotaka berinvestasi pada teknologi robotika canggih untuk menyempurnakan proses produksi sekaligus membawa manufaktur Kawai ke kancah global. Ia mengawasi peluncuran Kawai America Manufacturing, akuisisi Lowrey Organ Company, serta pendirian basis manufaktur di Malaysia (1991) dan Indonesia (Karawang).

1999 – 2012
1999 – 2012

Seri Shigeru Kawai: Perwujudan Karya Seumur Hidup

Sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan 50 tahun ayahnya, Hirotaka mengawasi peluncuran seri Grand Piano Shigeru Kawai pada tahun 1999. Instrumen-instrumen ini merepresentasikan perpaduan mutakhir antara bahan-bahan pilihan, keahlian pengrajin tingkat tinggi, serta teknologi serat karbon yang inovatif. Pada tahun 2012, seri ini berkembang ke generasi keduanya, yang sejak saat itu menjadi pilihan bagi banyak pemenang penghargaan di berbagai kompetisi internasional utama, termasuk Kompetisi Piano Internasional Hamamatsu tahun 2015.

Pada Februari 2024, keluarga Kawai dan komunitas musik global berduka atas kepergian Hirotaka Kawai secara mendadak pada usia 76 tahun. Selama 35 tahun masa jabatannya sebagai Presiden, ia mentransformasi Kawai menjadi entitas global sejati sambil dengan gigih menjaga "Semangat Kawai" dalam keahlian pembuatan. Kepergiannya menandai berakhirnya sebuah era, namun visinya untuk piano terbaik di dunia tetap menjadi cahaya penuntun bagi masa depan perusahaan.

2024 –
2024 –

Babak Baru: Kentaro Kawai dan "Rencana Sepuluh Tahun"

Melanjutkan warisan para pendahulunya, Kentaro Kawai menjabat sebagai presiden pada Februari 2024. Di tengah ekonomi global yang berubah cepat, Presiden Kentaro Kawai meluncurkan Rencana Manajemen Jangka Menengah ke-8 yang bertajuk "KAWAI: The Ten-Year Plan" pada Maret 2025. Strategi ambisius ini berfokus pada revitalisasi bisnis inti piano sambil beradaptasi dengan era modern, guna memastikan fondasi perusahaan tetap kuat saat mendekati tonggak pencapaiannya yang paling signifikan.